Welcome in kampuz pink sobat semua!Salam kenal..ehem..kenalin, nama kami KHALIFA yang merupakan kepanjangan dari Keluarga Mahasiswa Muslim Farmasi ..Weisz.. apaan tuch?Khalifa itu Lembaga Da’wah Jurusan di kampus pink tercinta ini. Tapi, Khalifa sendiri isinya apaan aja c?Yup!Kamu bisa nemuin apapun disini.. kebingungan mo ngapain setelah masuk kampus dan kira2 apa aja yang perlu disiapin? Di sini, kamu bisa Tanya ma senior2 di Khalifa yang sabar, baik hati , selalu terenyum n tidak sombong (^_^)..Mo tau seputar UNSOED dan kampus pink kita ini, juga bisa tanya ma kita2 koq.. bingung sama mata kuliah yang aneh2 (hehe)..kamu2 semua bisa minta bantuan kita2 (kita?..)yang insya Allah, bisa membuat kamu lebih paham seputar mata kuliah yang kalian anggap aneh itu. Dan yang paling penting..Kamu bisa belajar agama, ngaji, teruuus…Saat jiwa kamu kosong, kesepian di kota yang asing (weleh)..menginginkan hati mu terisi dengan sejuknya ukhuwah (persaudaraan)..saat hatimu merindukan sepercik cahaya yg dapat menenangkanmu dalam gundah dan laramu..ada kami disini!Ya!Kami siap dan ada untuk kalian..sambil ngaji bareng kami (baca: Khalifa)..kamu bakal dapet temen2 yang senasib sepenanggungan , dapet kakak2 senior yang baik yang bisa kamu ajak curhat. Yang jelas, selain belajar cara buat obat di kampus pink ini, kamu juga bisa belajar berorganisasi disini!Karena Khalifa merupakan organisasi islam yang ok punya!Terdiri dari Ketum(Ketua Umum) yang sekarang di pegang mas Dany..Ada Se-Kum(sekretaris Umum) yang diisi ma akhwat (perempuan) yang super enerjik. Namanya mba Dian. Ben-dum-nya (Bendahara umum), mba Ai rika!akhwat yang manis dan baik. .terus, ada beberapa bidang di KHALIFA kita ini. bidang Syi’ar yang ngurusin kajian tiap minggu, madding khalifa yang isinya ok punya, terus kalo ada hari besar agama Islam, bidang ini yang bertugas memperingati hari besar itu . Kaderisasi yang bertugas merekrut siapa2 aja yang mo gabung di Khalifa, ngadain kajian pengurus, terus ada yang namanya training anggota yang gak kalah seru!Infokom, disini kamu bisa dapat n cari informasi dari mana aja!Keputrian yang acara2nya top abiez!ada kajian khusus muslimah, rujak party, bulletin keputrian yang keren, lomba2 yang seru dech pokoknya!Ada KWU (Kewirausahaan)..disini, kamu akan belajar untuk menjadi insan kreatif buat cari penghasilan yang nantinya buat khalifa juga. Tapi pengalaman yang kamu dapet dari KWU ini, bisa kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari.So, rugi kalo misalnya nanti kamu gak dateng di salah satu acara yang kita adain!karena dengan mengenal kita lebih dekat akan buat hidup kamu lebih berwarna dan bermakna. Yang jelas bakalan banyak keuntungan yang kamu dapet kalo kamu bisa kenal kita lebih jauh. Ok!Ditunggu partisipasi dan uluran tangan tanda persahabtan dari kalian semua.Jalin Ukhuwah Merajut Cinta..Keep ukhuwah ya ukhti(saudari perempuan) n akhi(saudara laki-laki) semua..By: Sun flower di taman
Saat – saat seperti ini yang sangat tidak ku harapkan…..
Disaat ku sendiri orang – orang pergi jauh dariku.
Tapi ga apa, aku masih bisa bertahan dengan kesendirianku..
Ayo semangat ta…….
|
STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS PADA BEDAH ORTHOPAEDI KASUS FRAKTUR TERBUKA GRADE 2 DAN GRADE 3 ( Studi dilakukan di SMF Orthopaedi dan Traumatologi RSU Dr.Soetomo Surabaya |
|
Timbulnya infeksi nosokomial merupakan penyebab utama peningkatan mortalitas dan morbiditas pads pasien rawat inap di rumah sakit sehingga terputusnya kendali infeksi dapat mengakibatkan komplikasi septik yang mungkin dapat meningkatkan resiko terhadap kesehatan pasien dibandingkan penyakit semula atau pembedahannya. Sekitar 70% dari seluruh infeksi nosokomial dilaporkan terjadi pada pasien yang menjalani pembedahan.
Bila infeksi luka operasi terjadi pada bedah orthopaedi, pus (cairan pada tulang yang terinfeksi) bekerja melalui sistem havers dan kanal volkmann, menghilangkan periosteum dari permukaan tulang. Ruang subperiosteal juga diisi oleh pus. Pus juga terdapat pada rongga medular. Kombinasi pus pada rongga medular dan ruang subperiosteal menyebabkan nekrosis dari tulang kortikal. Nekrosis tulang kortikal ini dapat berlanjut menjadi tempat akumulasi bakteri meskipun telah diterapi dengan antibiotik, karena antibiotik dan sel inflamasi tidak dapat mencapai area ini. Berdasarkan keunikan infeksi tulang ini, cara terbaik adalah dengan pencegahan. Pada bedah orthopaedi harus mengetahui resiko terjadinya infeksi berdasarkan kondisi pasien dan kondisi pembedahan. Kondisi pasien meliputi nutrisi, status imunologi dan infeksi pada tempat tertentu. kondisi pembedahan meliputi antibiotik profilaksis, keadaan kulit dan luka, lingkungan operasi, teknik pembedahan dan terapi infeksi yang akan datang, misal pada fraktur terbuka. Dengan kata lain, pencegahan terhadap infeksi jauh lebih mudah daripada terapinya. Antibiotik profilaksis adalah antibiotik digunakan bagi pasien yang belum terkena infeksi, tetapi diduga mempunyai peluang besar untuk mendapatkannya, atau bila terkena infeksi dapat menimbulkan dampak buruk bagi pasien. Penggunaan antibiotik di rumah sakit, sekitar 30 — 50 % untuk tujuan profilaksis bedah. Profilaksis bedah merupakan pemberian antibiotik sebelum adanya tanda¬tanda dan gejala suatu infeksi dengan tujuan mencegah terjadinya manifestasi klinik infeksi. Selama 24 jam pertama, infeksi tergantung pads jumlah bakteri yang ada. Pada 2 jam pertama mekanisme pertahanan tubuh bekerja untuk menurunkan jumlah bakteri. Empat jam berikutnya, jumlah bakteri tetap dan dengan bakteri yang bereproduksi akan dibunuh oleh sistem pertahanan tubuh. Enam jam pertama ini disebut `Golden Period’, setelah itu bakteri bereproduksi secara eksponen. Antibiotik menurunkan pertumbuhan bakteri secara geometrik dan menunda reproduksi bakteri. Profilaksis antibiotik diberikan untuk memperlama `Golden Period’. Antibiotik profilaksis harus aman, bakterisid dan efektif melawan bakteri yang menyebabkan infeksi pada bedah orthopaedi. Kulit pasien merupakan sumber utama infeksi orthopaedi sehingga antibiotik profilaksis harus melawan secara langsung bakteri yang biasa terdapat di kulit. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan studi penggunaan antibiotik profilaksis (DUS = drug utilization study). Analisis DUS tersebut dilaksanakan berdasarkan data yang diambil dari DMK (Dokumen Medik Kesehatan), di mana pengumpulan data tersebut untuk melakukan identifikasi jenis antibiotik profilaksis, mengetahui dosis dan lama pemberian antibiotik profilaksis, mengetahui kesesuaian saat pemberian antibiotik profilaksis, dan mengetahui keberhasilan penggunaan antibiotik tersebut dilihat dari tidak adanya ILO. Inklusi data pada penelitian ini ialah DMK yang memuat. data pasien dengan profilaksis antibiotik pads bedah orthopaedi dengan kasus fraktur terbuka antara lain fraktur terbuka grade II dan grade III pada periode Juli 2003 sampai Desember 2003. Hasil kajian jenis antibiotik disajikan dalam bentuk diagram dan persentase. Hasil analisis dosis, waktu pemberian, frekuensi pemberian, rute pemberian dan keberhasilan penggunaan antibiotik profilaksis disajikan dalam bentuk deskriptif. Jenis mikroorganisme patogen yang diduga menginfeksi luka pada bedah orthopaedi adalah S. aureus, E. coli dan pseudomonas. Antibiotik profilaksis yang digunakan pada penelitian ini adalah cephalosporin generasi I, cephalosporin generasi I dikombinasi dengan aminoglycoside, cephalosporin generasi I dikombinasi dengan aminoglycoside dan Procain Benzil Penicillin (PPC), cephalosporin generasi II, cephalosporin generasi III, serta cephalosporin generasi III dikombinasi dengan aminoglycoside. Antibiotik yang paling banyak digunakan pada populasi secara keseluruhan adalah cephalosporin generasi I, diikuti dengan cephalosporin generasi III dan cephalosporin generasi I dikombinasi dengan aminoglycoside. Sebagian besar jenis antibiotik profilaksis yang diberikan kurang sesuai dengan bakteri yang biasa menginfeksi maupun dengan kebijakan yang digunakan. Berdasarkan penelitian ini antibiotik profilaksis telah diberikan pada dosis yang sesuai. Dosis untuk pasien pediatrik dihitung sesuai dengan berat badannya. Hampir semua antibiotik profilaksis yang tercatat di DMK diberikan secara dan waktu pemberian adalah kurang dari 1 jam sebelum pelaksanaan operasi serta lama pemberiannya adalah diberikan satu hari, satu kali sebehun operasi. Angka kejadian ILO adalah 15.9%. |
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!